Sabtu, 07 Februari 2015

“PENENTUAN KADAR NITRIT SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis”

A.    Tujuan
1.     Menentukan kadar Nitrit (NO2) dalam sampel dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis.
2.     Dapat mengoperasikan alat spektrofotometer UV-VIS

B.    Dasar Teori
                Nitrit ( NO2 ) merupakan salah satu bentuk senyawa Nitrogen, dalam hal ini nitrit adalah derivat senyawa nitrogen. Nitrit dalam bentuk senyawa ionik di simbolkan dengan NO2- yang merupakan hasil oksidasi senyawa ammonia (NH3 dan NH4+ ). Proses oksidasi ini berlangsung dengan bantuan bakteri nitrifikasi yaitu bakteri nitrosomonas. Jika oksidasinya berlanjut maka akan menghasilkan nitrat. Proses reduksi nitrit ( NO2 ) akan menghasilkan nitrogen bebas ( N2 ) di udara. Proses oksidasi pada ammonia menjadi nitrit memerlukan oksigen bebas dalam air. Reaksi terjadi dalam satu tahap saja, yaitu :
                                                            Nitrosomonas
2 NH4+ + 3 O2             ------------------------------->               2 NO2- + 4 H+ + 2 H2O

                                                             Nitrosomonas
NH3 + oksigen         --------------------------------->               NO2- + energy

                Adanya nitrit ( NO2 ) dalam air minum / air bersih dapat di deteksi dan di analisa. Dalam hal ini nitrit di tentukan secara koorimetris dengan alat spektrofotometer. Pada pH 2.0 sampai 2.5 nitrit bereaksi dengan diazo asam sulfanilik ( sulfanilamid ) dan N-(1-naftil)etilendiamin dihidroklorida atau Naftilamin. Akan terbentuk senyawa berwarna ungu atau merah atau ungu kemerah – merahan. Warna tersebut mengikuti hukum Lambert – Beer dan menyerap sinar dengan panjang gelombang 543 nm. Metode kolorimetri seperti ini sangat peka sehingga biasanya perlu pengenceran sampel.
               Analisa nitrit ini dapat terganggu oleh ion – ion lain dan akan memberikan hasil yang tidak akurat. Ion – ion pengganggu tersebut antara lain adalah kation – kation Fe3+, Pb2+, Hg2+, Ag2+, Sb3+, Au3+, dan anion PtCl62-, dan VO32-. Ion – ion ini mengganggu analisa sebab ion – ion tersebut mengendap selama proses analisa. Tetapi ion – ion tersebut dapat dihilangkan dengan zat pereduksinya masing – masing.
                Analisa nitrit dan penentuan kadar nitrit harus dilaksanakan segera setelah pengambilan sampel sebab nitrit ini dioksidasi dengan cepat oleh oksigen bebas yang terlarut dalam air dan bakteri – bakteri nitrifikasi menjadi nitrat. Penyimpanan sampel air untuk analisa nitrit dilakukan selama paling lama 2 hari. Prosedurnya adalah sampel dibekukan pada temperatur –20O C dalam freezer, atau tambahkan 40 mg HgCl2 / liter sampel dan didinginkan pada suhu 4OC di kulkas.
                Seperti juga nitrat maupun ammonia, nitrit memiliki sifat toksik bagi makhluk hidup seperti hewan dan manusia. Jika nitrit terdapat dalam air minum, kemudian terminum oleh hewan atau manusia maka nitrit akan masuk kedalam pembuluh darah dalam tubuh kita yang menyebabkan methemoglobinemia. Methemoglobinemia ini menghalanhi Hb untuk mengikat O2 dan menimbulakn blue baby syndrome ( tubuh menjadi berwarna kebiru – biruan ). Nitrit ini juga berfungsi sebagai inhibitor korosi. Selain itu, nitrit dapat membentuk senyawa Nitrosamin ( RR’N – NO ), senyawa ini dapat menimbulkan kanker. Sumber – sumber nitrit adalah dari air buangan industri maupun air buangan domestik.
     Sumber radiasi untuk spektroskopi UV-Vis adalah lampu tungsten.Cahaya yang dipancarkan sumber radiasi adalah cahaya polikromatik. Cahaya polikromatik UV akan melewati monokromator yaitu suatu alat yang paling umum dipakai untuk menghasilkan berkas radiasi dengan satu panjang gelombang (monokromator). Monokromator radiasi UV, sinar tampak dan infra merah adalah serupa yaitu mempunyai celah (slit), lensa, cermin dan perisai atau grating.
Wadah sampel umumnya disebut sel/kuvet.Kuvet yang terbuat dari kuarsa baik untuk spektrosokopi UV dan juga untuk spektroskopi sinar tampak.Kuvet plastik dapat digunakan untuk spektroskopi sinar tampak.
Radiasi yang melewati sampel akan ditangkap oleh detektor yang berguna untuk mendeteksi cahaya yang melewati sampel tersebut. Cahaya yang melewati detektor diubah enjadi arus listrik yang dapat dibaca melalui recorder dalam bentuk transmitansi absorbansi atau konsentrasi.
C.     Alat dan Bahan
Alat
Bahan
  1. Spektrofotometer
  2. Labu takar 100 ml
  3. Pipet tetes
  4. Pipet volume 1ml, 2ml, 3ml, 4ml, 5ml
  5. Gelas kimia 100 mL
  1. Naftilamin
  2. Asam Sulfanilat
  3. Asam Asetat
  4. Natrium Asetan Anhidrat 

D.    Cara Kerja
1. Diambil 25 ml sampel air dan masukkan ke dalam labu erlenmeyer
2. Ditambahkan 0.5 ml larutan Naftilamin dan 0.5 ml larutan asam sulfanilat
3. Dikocok dan dibiarkan selama 15 menit
4. Diamati warna yangnterbentuk, jika terbentuk warna merah atau warna ungu kemerah – merahan maka reaksi yang terjadi positif ( ada nitrit )

5. Dianalisa dengan menggunakan spektrofotometer jika reaksi menunjukkan hasil yang positif, panjang gelombang yang dipakai 543 nm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar