Senin, 24 Februari 2014

Alkohol dan Eter

Alkohol dan Eter
ALKOHOL DAN ETER

Alkohol dan eter disebut pasangan isomer fungsi , karena kedua senyawa tersebut memiliki rumus molekul sama tetapi gugus fungsinya berbeda . Karena gugus fungsi alkohol dan eter berbeda maka sifat-sifat alkohol dan eter berbeda sekali . Perbedaan alcohol dengan eter sebagai berikut :
No Alkohol Eter
1 Zat cair jernih ,mudah larut dalam air . Zat cair jernih , sukar larut dalam air .
2 Titik didih alcohol lebih tinggi
( bila Mr senyawanya sama ) Titik didih eter lebih rendah
( bila Mr senyawanya sama )
3 Akohol bereaksi dengan logam aktif ( Na atau K ) membebaskan gas H2 Eter tidak bereaksi dengan logam aktif ( Na atau K )
4 Akohol bereaksi dengan PCl5 membebaskan uap HCl Eter bereaksi dengan PCl5 tetapi tidak membebaskan uap HCl

Untuk lebih jelasnya pemahaman kita tentang alkohol dan eter marilah kita pelajari kedua senyawa tersebut .

A . ALKOHOL
1. Macam Senyawa Alkohol :
Berdasarkan banyaknya gugus
OH senyawa alkohol dikelompokkan menjadi 2 :
a. Monoalkohol yaitu jika senyawa alokohol tersebut hanya terdapat satu gugus
OH .
Contoh : Metanol ( CH3
OH )
Etanol ( C2H5
OH )
Propanol (C3H7
OH )
b. Polialkohol yaitu jika senyawa alokohol tersebut terdapat gugus
OH jumlahnya lebih dari satu .
Contoh : 1. Glikol CH2
OH Glikol merupakan cairan digunakan untuk
anti beku pada air radiator mobil .
CH2
OH

2. Gliserol
CH2
OH

CH
OH

CH2
OH
Gliserol banyak manfaatnya dalam hidup kita sehari-hari misalnya digunakan untuk bahan pembuatan pasta gigi sehingga berasa manis, untuk sintesis lemak atau minyak dan untuk bahan peledak ( TNG = Trinitrogliserol ) dan lain-lain .
Berdasarkan letaknya gugus
OH alkohol monovalen dibedakan menjadi 3 yaitu :
a. alkohol primer , yaitu alkohol dimana letaknya gugus
OH pada atom karbon primer .
Contoh : 1- propanol = CH3
CH2CH2 OH
etanol = CH3
CH2 OH

b. alkohol sekunder , yaitu alkohol dimana letaknya gugus
OH pada atom karbon sekunder .
Contoh : 2- propanol = CH3
CHCH3

OH
2-butanol = CH3
CHCH2CH3

OH
c. alkohol tersier , yaitu alkohol dimana letaknya gugus
OH pada atom karbon tersier .


Contoh :
CH3

a. 2-metil-2-butanol = CH3
C CH2CH3

OH

CH3

b. 2-metil-2-propanol = CH3
C CH3

OH
2. Tatanama Alkohol .
Aturan memberi nama senyawa alkohol dapat mengikuti cara IUPAC atau TRIVIAL sebagai berikut :

Struktur Senyawa Nama IUPAC caranya :
( akhiran a pada nama alkananya diganti ol ) Nama TRIVIAL caranya :
( nama alkilnya + kata alkohol )

1. CH3
OH

Metanol
Metil alkohol

2. CH3
CH2 OH
Etanol
Etil alkohol

3. CH3
CH2 CH2 OH

1- propanol
Propil alkohol

4. CH3
CH CH3

OH

2-propanol

Sekunder propil alkohol


Tidak ada komentar:

Posting Komentar