BAB
I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Jelly
merupakan makanan yang dibuat dari karaginan, yaitu senyawa polisakarida
rantai
panjang yang diekstraksi dari rumput laut jenis-jenis karaginofit,
seperti
Eucheuma sp., Chondrus sp,. Hypnea sp., dan Gigartina sp. Karaginan
dibedakan
menjadi tiga macam, yaitu Ioto-karaginan, Kappa-karaginan, dan
Lambda-karaginan. Ketiganya berbeda dalam sifat gel yang dihasilkan.
Kappa-karaginan dan Lambda-Karaginan menghasilkan gel yang kuat (rigid),
sedangkan Ioto-karaginan membentuk gel yang halus (flaccid) dan mudah
dibentuk
(Anggadiredja, 2009).
Fungsi gelatin yang terutama adalah sebagai
pembentuk gel yang mengubah
cairan menjadi padatan yang elastis, atau mengubah bentuk sol menjadi
gel.
Dalam pembuatan jelly, gelatin didispersikan dalam air dan dipanaskan
sampai
membentuk sol Gelatin mempunyai sineresis yang rendah dan mempunyai
kekuatan
gel antara 220 -225 gr bloom, sehingga dapat digunakan dalam produk
jelli
(Jones 1977).
Menurut sumber jelly memiliki beberapa manfaat yaitu
baik untuk kulit,
memiliki kadar serat yang tinggi yang bermanfaat pada proses pencernaan,
membatu mempertahankan berat badan, kaya akan vitamin, membantu
memelihara
kulit karena kadar asam aminonya yang tinggi.
Permen
jelly merupakan permen yang dibuat dari air atau sari buah dan bahan
pembentuk
gel. Permen jelly berpenampilan jernih transparan serta mempunyai
tekstur
dengan kekenyalan tertentu. Bahan pembentuk gel yang biasa digunakan
antara
lain gelatin, keragenan, dan agar. Permen jelly tergolong pangan semi
basah,
oleh karena itu produk ini cepat rusak. Penambahan bahan pengawet
diperlukan
untuk memperpanjang daya simpannya (Anonymousa, 2010).
Permen Jelly dengan aneka rasa buah-buahan sangat
disukai anak-anak dan
orang dewasa, karena rasanya yang manis dan teksturnya yang kenyal
dibandingkan
permen jenis hard candy sehingga aman saat dikonsumsi, tidak melukai
langit-langit mulut seperti saat mengkonsumsi permen jenis hard candy
yang
bertekstur keras. Permen jelly bisa meminimalisir proses kehilangan
kandungan
gizi yang terdapat dalam bahan baku selama pengolahan, karena proses
pemanasan
dalam pembuatan permen jelly menggunakan suhu dingin (120˚C).
Visi dan Misi
Visi :
Perusahaan CandyCandies mempunyai visi untuk
menganekaragaman hasil olahan makanan
khususnya permen yang mempunyai nilai tambah bagi konsumen
Misi :
1. Memproduksi
varian permen baru dengan
memanfaatkan jelly sebagai bahan tambahan dalam pengolahannya
2. Membuat
produk permen yang berkualitas
sehingga diminati konsumen
3. Menjadi
perusahaan terbaik khususnya dalam
lingkup perusahaan pengolahan permen
BAB
II
PEMBAHASAN
1. Penjelasan
umum
Perusahaan CandyCandies
Perusahaan
kami mengacu pada perusahaan confentionary khususnya pengolahan permen
yang
berbasis pada pembuatan permen lunak. Untuk saat ini pengolahan hanya
terbatas
pada pengolahan permen jelly. Namun untuk rencana selanjutnya akan
dikembangkan
berbagai varian permen baru dengan rasa serta bahan yang berbeda
Aspek Managemen
Kepemilikan
Bentuk
kepemilikan usaha tergantung pada banyak
faktor seperti ukuran dari bisnis, keuangan, luas pertanggung jawaban,
dll.
Bentuk kepemilikan usaha pembuatan permen jelly ini adalah usaha milik
sendiri,
dengan sumber permodalan keuangan berasal dari modal pribadi.
Struktur Organisasi
Struktur
organisasi dibuat sebagai acuan dalam pembagian tanggung jawab
pengelolaan
bisnis sehingga sistem managemen bisnis dapat berjalan dengan baik dan
terkonsep. Organisasi akan membantu dalam terciptanya keadaan yang
saling
keterkaitan diantara pelaku bisnis.
Struktur
organisasi usaha ini digambarkan dalan bagan 1.
Bagan 1. Struktur organisasi usaha permen jelly
Tenaga Kerja
Tenaga
kerja dibutuhkan dalam pengelolaan usaha berkaitan dengan running
bisnis.
Tenaga kerja meliputi tenaga kerja yang bertanggung jawab terhadap usaha
dan
tenaga kerja yang secara langsung menangani produk. Berikut uraian
mengenai
perencanaan tenaga kerja yang dibutuhkan :
·
Pemilik
usaha
Pemilik usaha adalah saya
sendiri.
·
Sekretaris
& Bendahara
Besar usaha saat
ini masih tergolong usaha mikro sehingga bagian sekretaris dan bendahara
dirangkap oleh satu orang dengan tujuan untuk mempermudah akses serta
pengelolaan usaha. Bagian ini bertugas mengelola managemen usaha.
·
Bagian
Produksi
Tenaga kerja yang
dibutuhkan dalam proses produksi adalah tenaga kerja produktif di
lngkungan
sekitar sehingga diharapkan dengan adanya usaha ini dapat membantu
penyerapan
tenaga kerja yang sebelumnya tidak memiliki aktivitas.
·
Tenaga
Marketing
Marketing merupakan salah
satu bagian dari usaha yang memiliki peran penting
dalam menentukan kemajuan usaha tersebut. Sebab, bidang ini memiliki
fungsi
untuk menghasilkan pemasukan bagi perusahaan. semakin besar pemasukan
yang
berhasil dicapai, maka usaha akan makin berkembang.
Adanya tenaga
marketing sangat membantu pengenalan serta pemasaran produk. Tenaga
marketing
diambil dari lingkungan sekitar tempat tinggal yang memiliki kemampuan
marketing.
Fasilitas perusahaan
Perusahaan
CandyCandies menyediakaan beberapa fasilitas yang bisa digunakan oleh
pekerja, yaitu
:
- Gedung utama, yang berisi ruang produksi harian
- Mushola
- Toilet di sebelaah ruang produksi
- Alat cuci tangan sebelum masuk ruang produksi
- Kantin
- Kelebihan Produk
Analisa SWOT
a.
Strength (kekuatan)
Perusahaan kami memiliki keunggulan dari
perusahaan-perusahaan permen lain, yaitu:
-
Tanpa
pemanis buatan (menggunakan gula murni)
-
Harga
terjangkau
-
Rasa
seimbang
-
Kenampakan
menarik
b. Weakness (Kelemahan)
Adapun kelemahan
dari produk kami berhubungan dengan daya tahan dan umur simpan produk,
dikarenakan bahan yang digunakan alami
semua tanpa menggunakan bahan pengawet
c. Opportunity (peluang)
Peluangnya
menjanjikan, terutama target pasar yang diincar adalah anak-anak.
d. Threats (Ancaman)
Banyaknya
competitor yang memproduksi produk sejsnis menjadi ancaman terbesar,
selain itu
sifat daya tahan produk sendiri yang menjadi perhatian serius untuk
ditangani.
Prospek Pasar
Pembuatan permen
jelly ini memang bukan usaha yang terbilang baru, banyak pesaing yang
lebih
dulu sudah memulai usaha ini. Namun dengan memproduksi permen yang lebih
berkualitas, mutunya konsisten serta menawarkan pelayanan mutu yang baik
maka
prospek nya tetap ada. Sasaran utama yang dibidik khususnya anak-anak
usia
dibawah 15 tahun yang sangat menggemari aneka permen. Apalagi produk ini
didesain
dengan modifikasi bentuk yang dibuat semenarik mungkin sehingga akan
lebih
menarik bagi konsumen.
Target Pasar
Pada tahapan awal pemasaran
produk difokuskan pada pasar domestik, lingkungan sekitar dan masih
dalam
lingkup dalam kota. Namun untuk prospek ke depannya dengan adanya
meningkatan
mutu dan manajemen yang baik bukan tidak mungkin untuk didistribusikan
ke luar
kota. Untuk tahapan awal metode pemasaran yang dilakukan adalah direct
selling
(penjualan langsung) untuk promosi produk serta brand nya, kemudian
selanjutnya
dilakukan promosi lewat selebaran serta social media (internet) agar
jangkauannya lebih luas. Selain penjualan langsung dan promosi permen
jelly ini
dititipkan di bakery serta toko makanan kecil agar konsumen lebih
mengenal
produk serta lebih mudah untuk mengakses tanpa harus dating ke tempat
pembuatan.
Proyeksi
Pengembangan Usaha
Usaha pembuatan permen
jelly ini termasuk dalam ligkup usaha kecil atau home industry. Namun
demikian
dalam proses pengolahan maupun sistem managemen usaha sudah menganut
prinsip
pengplahan dan pengendalian mutu yang baik, serta meitikberatkan pada
kepuasan
pelanggan. Untuk prospek kedepannya akan dikembangkan berbagai varian
rasa baru
dari permen lunak baik penggunaan bahan alami seperti jahe, asam jawa.
Alternative yang lain adalah memproduksi aneka permen buah. Alasannya
karena
konsumen mungkin akan bosan jika tidak disediakan varian yang berbeda.
Namun rencana
tersebut masih dalam tahap pengembangan. Untuk aspek menagemen sendiri
usaha
ini akan dikembangkan kedalam industry menengah, ada beberapa aspek yang
akan
diperbaiki yaitu akan dikembangkan sumber daya manusia (human resource)
untuk
dilakukan pembinaan serta pelantihan guna mendukung kelancaran proses
produksi.
Proses recruitmen pegawai yang mempertimbangkan pengetahuan, ketrampilan
serta
sikap. Perluasan area pendistribusian dengan jangkauan ke luar kota atau
daerah. Peningkatan sumber modal untuk mendanai proses produksi yang
direncanakan.
ANALISIS
OPERASIONAL
Lokasi
Produksi
Lokasi usaha Jalan
Ngaireko-Parakan km 0,5 Desa Gagaran, Ngadirejo. Lokasi pabrik di dekat
jalan
raya sehingga akses mudah.
Kapasitas Produksi
Kapasitas
produksi dapat diartikan sebagai jumlah maksimum output yang dapat
diproduksi
atau dihasilkan dalam satuan waktu tertentu. Kapasitas produksi tersebut
ditentukan berdasarkan kapasitas sumber daya yang dimiliki antara lain :
kapasitas mesin, kapasitas tenaga kerja, kapasitas bahan baku, kapasitas
modal
(Yamit,2003).
Kapasitas
produksi per hari pembuatan permen yang dihasilkan berbeda-beda
berdasarkan
jumlah produksi rata-rata per prosesnya. Kapasitas produksi rata-rata
yang
dihasilkan secara garis besar adalah 5 kg/hari dengan bahan dasar4 kg
gula.
Dalam seminggu dilakukan 6 hari kerja dengan waktu operasional efektif 4
jam.
2. Proses
Produksi
Bahan yang diperlukan
§ 520 gr gula pasir
§ 430 gr glukosa
§ 100 gr gelatin
§ 260 gr air es
§ 1 bks agar-agar bubuk
§ 190 gr air
§ 10 gr citric acid
§ 10 gr perasa sesuai selera
§ Minyak sayur secukupnya
§ Gula pasir untuk taburan secukupnya
*Keterangan : untuk satu resep pembuatan permen
jelly
Tahapan Proses
- Aduk dan rendam gelatin, air es dan agar-agar bubuk selama 10 menit. Kemudian cairkan dengan cara di tim diatas air panas
- Masak gula pasir, air dan glukosa sampai gula mencair dan air mendidih
- Masukkan Citic Acid, aduk rata dan kecilkan api
- Masukkan campuran gelatin dan perasa. aduk sampai tercampur rata.
- Cetak sesuai selera. Bisa menggunakan cetakan praline atau bisa juga menggunakan cetakan es batu. Olesi cetakan dengan sedikit maizena dan gula pasir supaya tidak lengket
- Biarkan di dalam cetakan selama semalaman
- Keluarkan dari cetakan. Poles dengan sedikit minyak sayur. Kemudian bungkus dengan plastik kedap udara dan simpan di tempat yaang kering
3. ANALISIS
KEUANGAN
1. Bahan baku
yang digunakan
|
No
|
Bahan
|
Jumlah
|
Harga
|
|
1
|
Gula
pasir
|
520 gr
|
Rp. 7000,-
|
|
2
|
Glukosa
|
430 gr
|
Rp. 5500,-
|
|
3
|
Gelatin
|
100 gr
|
Rp. 2000,-
|
|
4
|
Air es
|
260 gr
|
Rp. 0,-
|
|
5
|
Agar-agar bubuk
|
1 bungkus
|
Rp.1500,-
|
|
6
|
Air
|
190 gr
|
Rp. 0,-
|
|
7
|
Citric acid
|
10 gr
|
Rp. 100,-
|
|
8
|
Perasa/essence
|
10 gr
|
Rp. 50,-
|
|
9
|
Minyak sayur
|
Secukupnya
|
Rp. 25,-
|
|
10
|
BBM
|
|
Rp. 2000,-
|
|
11
|
Kemasan
|
|
Rp. 1000,-
|
|
Total
|
Rp. 19.175,-
|
||
Tenege Kerja
2. Peralatan
Biaya penghapusan alat perhari
Mixer
=
Rp. 12,-
Mesin Autoclave/Boiler
= Rp.
17.5
Mesin pemotong permen
= Rp. 20,-
Mesin Kemasan
= Rp, 145,-
Total
= Rp.64,5
Kebutuhan modal untuk produksi total Rp.19.320,-
3. Hasil
penjualan
Didapatkan hasil penjualan produk Rp.
24.000,-
4. keuntungan
yang didapatkan
Rp. 24.000,-
Rp. 19.320,-
= Rp. 4.620,-
5. R/C Ratio
Diperoleh dengan membagi hasil penjualan
dengan modal yang dibutuhkan
Rp.
24.000,- / Rp. 19.320,-
= 1,24
(artinya usaha ini layak untuk diaplikasikan)
BAB III
PENUTUP
Demikian proposal
pengembangan usaha pembuatan permen jelly
aneka rasa ini penulis susun. Dari hasil analisis penulis mengenai
peluang
pemasaran, operasional, dan keuangan, penulis optimis bahwa usaha ini
layak dan
berpotensi tinggi untuk dikembangnka.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar